Pramuka SIT Gelar KARANG PAMITRAN Nasional II Sekaligus Milad Ke-3 Di Buperta Cibubur

JAKARTA – Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SAKO PRAMUKA SIT) menggelar Karang Pamitran Nasional II sekaligus peringatan Milad ke-3 pada 24-26 November ini di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta. Sebanyak 395 peserta dari 24 Provinsi yang terdiri dari 285 laki-laki dan 110 wanita mengikuti kegiatan ini. Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Kwartir Nasional, DR. Adhyaksa Dault, Ketua Majelis Pembimbing Sako Pramuka SIT, Drs. Sukro Muhab, M.Si, Ketua Sako Pramuka SIT, Ahmad Fikri, S.Pd, Tokoh perempuan sekaligus publik Figur, Neno Warisman dan para Pengurus dan Ketua-ketua wilayah JSIT di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Adhyaksa mengapresiasi SAKO PRAMUKA SIT yang sungguh-sungguh melakukan pembinaan generasi muda melalui gerakan Pramuka di Sekolah Islam Terpadu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kak MABISAKO yang betul-betul punya tanggung jawab dan serius, bersama Kak PINSAKOnya Sekolah Islam Terpadu untuk mengurus dan membina daripada Sekolah Islam Terpadu ini,” ungkapnya mengawali sambutan yang berapi-api.

“Dalam tiga tahun saja Sako Pramuka SIT sudah majunya luar biasa. Insya Allah nanti akan tampil dari Sekolah Islam terpadu pemimpin yang bertakwa di masa depan. Kita butuh Pemimpin bertaqwa, kita butuh orang-orang yang satu kata dengan perbuatan, kita butuh orang-orang yang bersih fikiran, perkataan dan perbuatan.” tegasnya menambahkan.

pramuka-2
Para Pengurus Pusat dan Wilayah JSIT Indonesia dalam kegiatan Milad ke-3 SAKO PRAMUKA SIT di Buperta Cibubur, 25 November 2016

Selain memotivasi untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kebanggaan terhadap Islam, Adhyaksa juga sempat memberikan beberapa pesan kepada Pramuka SIT yakni, Pertama, Jangan Pernah Rendah diri dan jangan pernah sombong. Adhayksa meyakinkan peserta upacara agar bangga sebagai muslim, bangga sebagai anggota Pramuka yang sekolah di Sekolah Islam Terpadu, sekaligus tidak sombong. Kedua, Pelajari sejarah Islam dan Indonesia. Menurutnya, orang yang lahir ke dunia ini bila tidak mau melihat masa lalu maka ia akan menjadi bayi seumur hidup. Ketiga, Buka jejaring. Jejaring artinya membuka relasi bukan hanya di Indonesia saja, tapi ke luar negeri. Melanjutkan relasi yang lebih luas.

“Kalau bergaul jangan cuma saat jambore, perkemahan saja. Terus bergaul, ta’aruf, tafahum, takaful….,” ungkap Adhyaksa, memberikan penjelasan.

Keempat, gunakan teknologi informasi, sosial media sebaik mungkin. Menurutnya, saat ini terjadi perang terbuka, perang informasi. Pramuka harus memberikan informasi-informasi yang benar untuk melawan berita-berita kemungkaran. Adhyaksa meminta agar menyebarkan kegiatan-kegiatan Pramuka SIT di sosial media, sehingga masyarakat tahu bahwa Pramuka SIT memiliki keunggulan.

pramuka-3
Peluncuran roket ala SAKO PRAMUKA SIT oleh Adhyaksa Dault, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Selain Adhyaksa Dault, Neno Warisman berkesempatan memmberikan sosialisasi Gerakan Ibu Negeri (GIN), sebuah gerakan para wanita Indonesia yang mencintai negeri Indonesia. Bunda Neno, begitu sapaan akrab Neno Warisman, kini tengah berjuang bersama para wanita negeri yang tergabung dalam GIN ini untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dengan kasih sayang orang tua, ibu dan juga ayah. Pada kesempatan ini, Neno Warisman juga me-launching lagunya tentang cinta seorang ayah.

Dalam kegiatan Milad ke-3 Sako Pramuka ini diikuti oleh 1.450 penggalang, yang mengikuti Kemah Penggalang Nasional. Mereka adalah siswa-siswi Sekolah Islam Terpadu yang berada di wilayah sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*