PEMBELAJARAN TERPADU DAN INOVATIF SOLUSI MENDIDIK DI ERA ‘KIDS ZAMAN NOW’

Kids Zaman Now adalah generasi millennial, generasi yang mengisi 20-25% dari total penduduk Indonesia. Generasi ini bebas dan tak mau terikat pada suatu hal atau terkekang.  Bak burung mereka akan terbang dan singgah sebentar di sebuah sarang yang dianggap nyaman, dan kemudian terbang lagi mencari kenyamanan baru. Mereka sangat terhubung dengan dunia khususnya sosial media, dan sangat akrab dengan perubahan teknologi digital, sehingga membuat mereka sangat cepat menerima perubahan. Generasi nongkrong ini juga lebih suka kolaborasi daripada bersaing, lebih suka bekerja sebagai team, bahkan tak segan  sambil nongkrong sambil kerja, supaya relax dan fun, mal-mal yang penuh café adalah ruang kerja kebebasan mereka. Kids Zaman Now memang berbeda, sambil ngafe mereka kerja, sambil kerja mereka youtube, dan main game mobile legend, luar biasa, pulsa dan data bukan persoalan lagi, karena mereka telah berpindah dari basic need_ke psychology need (Abraham Maslow Triangle)

Sebagai orang yang terlibat dalam dunia pendidikan, perlu ada perhatian sekaligus solusi sehingga tidak salah memperlakukan generasi ini. Terutama dengan memahami peran masing-masing sebagai orang yang terlibat dalam bidang pendidikan. Selanjutnya akan dibahas peran orang tua dan guru dalam mendidik generasi zaman now.

Peran sebagai orang tua; Syaikh Jamal A. dalam Islamic Parenting menyampaikan Beberapa hal yang dibutuhkan ibu dan ayah dalam mendidik anak-anak mereka:

  • Memahami bahwa pendidikan adalah taufik (karunia) dan hidayah (petunjuk) dari Allah SWT, meskipun manusia berusaha untuk menjaga hidayah anak-anaknya, namun Al-qur’an mengingatkan agar kita selalu berdo’a sebagaimana terdapat dalam (Q.S Al-Furqan : 74) ‘Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.
  • Memahami bahwa zaman adalah bagian dari ilaj (terapi). Dengan berputarnya zaman, dan potensi dikerahkan, maka hasilnya akan nampak, sesungguhnya ilmu diperoleh itu dengan belajar.
  • Memahami sarana pendidikan dan caranya, baik itu melalui situs-situs internet atau mengenal pendapat-pendapat pakan sosial dan psikolog.

Secara khusus peran orang tua dalam mendidik anak-anak mereka, diantaranya:

  • Menanamkan kecintaan kepada nabi, keluarga, dan sahabatnya, serta kecintaan kepada Al-qur’an.

Mendidik generasi kids zaman now harus senantiasa diingatkan bahwa kita, punya tauladan Robbani, sehingga terhindar dari kekosongan jiwa.

  • Menganjurkan anak untuk meraih keuntungan sejak pagi buta, dengan shalat fajar berjama’ah dan duduk berdzikir kepada Allah.
  • Mendukung anak untuk menekuni bidang keahlian sesuai dengan bakatnya. Ibnul Qoyyim telah mengatakan bahwa diantara aspek yang harus diperhatikan oleh orang tua, ialah memperhatikan kondisi sang anak dan bidang yang sesuai dengan bakatnya sampai benar-benar diketahui bahwa sang anak memang berbakat dalam bidang itu.
  • Mengukuhkan hak anak untuk menuntut ilmu. Penuntut ilmu berhak memperoleh permohonan ampunan dari semua makhluk setiap kali ia pergi atau pulang dari menuntut ilmu karena merasa ridho dengan apa yang telah diperbuatnya.
  • Menananmkan sikap mandiri dan bekerja keras

Orang yang paling baik kesudahannya adalah orang yang paling lelah (Ibnu Qoyyim)

  • Memilih guru yang sholeh

Peran Guru: Pertama, Wahai guru engkau adalah penyeru (da’i)

“ Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manuasia menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (Q.S. Al Imran :10)

Dalam Risalah Da’wah ( Majmu’atur Rasail, Imam Syahid Hasan Al Banna) mengingatkan bagaimana menjadi da’i di zaman modern ini yaitu dengan menjelaskan ketentuan-ketentuan Islam kepada umat manusia dengan penjelasan yang gamblang dan sempurna tanpa tambahan, pengurangan, dan kerancuan. Kemudian kita meminta mereka untuk merealisasikannya, mengkondisikan mereka, dan membimbing mereka untuk mengamalkannya.

Kedua, Guru berusaha menerapkan konsep pendidikan yang menumbuhkan

Pidato Bapak Anies Rasyid Baswedan mantan Menteri Pendidikan yang sekarang menjabat sebagai gubernur Jakarta pada tanggal 29 Oktober 2017 dalam acara Education Ekspo ASESI ( Assosiasi Sekolah Sunnah Indonesia), mengingatkan kepada kita sebagai guru untuk memahami bahwa pendidikan adalah tentang menyiapkan generasi baru. Pendidikan bukanlah membentuk, tapi pendidikan adalah menumbuhkan, sehingga hal yang fundamental yang dibutuhkan adalah tanah yang subur dan iklim yang baik. Karena itu, ketika kita berbicara tentang pendidikan, bayangkan seperti kita menumbuhkan biji. Bagaimana kita berusaha untuk mengelola sebuah rekayasa pendidikan dan merangsang siswa sesuai skenario yang kita buat agar biji tersebut tumbuh dengan baik.

Ketiga,  Guru memahami kewajiban kepada murid

Guru zaman dahulu hingga kini zaman now mempunyai kewajiban yang harus di pahami dan diaplikasikan, diantaranya:

  • Berniat hanya karena Allah SWT, dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya
  • Sayang kepada murid-muridnya dan memperlakukan mereka layaknya anak-anak sendiri, seperti yang sudah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW.
  • Tidak segan-segan untuk memberi nasihat kepada murid
  • Dalam memberikan pelajaran, guru berusaha menyesuaikan dengan kemampuan daya tangkap para murid dan berbicara kepada mereka sesuai dengan tingkat kecerdasannya.

Keempat, berusaha menjadi guru inovatif dan produktif

Guru adalah pekerjaan yang berbeda dengan profesi lainnya. Setiap hari perannya mengisi jiwa-jiwa kosong untuk dibentuk dengan memberi pengaruh positif pada perkembangan psikis dan motorik siswanya. Guru bisa menyebabkan siswa senang atau tidak senang, semangat atau tidak semangat, kreatif atau tidak kreatif, inovatif atau tidak inovatif, produktif atau tidak produktif. Begitu besar pengaruh guru terhadap kejiwaan siswanya, maka seorang guru harus mencintai profesinya agar bisa membentuk kepribadian yang baik, dinamis, kreatif, inovatif, dan produktif.

Guru inovatif akan mengetahui kebutuhan siswa di zamannya, siap menerima perubahan yang mengenakkan atau perubahan yang tidak mengenakkan dirinya, selalu ada ide dalam setiap proses pembelajaran yang dia buat.

Guru harus berusaha produktif (menghasilkan karya) untuk menunjang keberhasilan dan pembentukan sikap siswa. Mendidik siswa menjadi kreatif sudah menjadi tanggung jawab guru terhadap siswa yang hidup di zaman now ini. Guru inovatif dan produktif sangat dinantikan oleh siswanya karena siswa di zaman now senantisa membutuhkan hal yang menantang dan tidak membosankan. Pembelajaran inovatif berbasis making perlu sering dilakukan oleh guru, agar kebutuhan  siswa di zaman ini bisa terakomodasi. Siswa senantiasa digiring untuk mengeksplorasikan ide-ide yang senantiasa memenuhi jiwanya. Guru di zaman ini harus mengedepankan proses pembelajaran yang melibatkan akal dan fisik secara serempak, karena menurut teori pendidikan modern, proses belajar tidak akan benar dan sempurna jika hal itu tidak terjadi. Bahkan dengan “memanfaatkan” kreatifitas siswa di zaman now, terutama dalam hal teknologi, seorang guru bisa banyak mendapatkan pengetahuan tertentu dari siswanya.

Kelima, Guru Menerapkan Standar Kurikulum Islam Terpadu

Sekolah Islam Terpadu adalah sekolah yang mencoba menerapkan pendekatan penyelenggaraan yang memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan kurikulum. Sekolah Islam Terpadu menekankan keterpaduan dalam metode pembelajaran sehingga dapat mengoptimalkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Implikasi dari keterpaduan ini menuntut pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kaya, variatif, dan menggunakan media serta sumber belajar yang luas. Guru Sekolah Islam Terpadu senantisa berusaha memahami dan menerapkan prinsip-prinsip yang  melandasi penyusunan kurikulum, Ibnu Khaldun (1332 – 1406) dalam Standar Mutu SIT mengungkapkan beberapa prinsip yang melandasi kurikulum, yaitu: Prinsip al-Takamul (Integritas), at-Tawazun (keseimbangan), as-Syumul (menyeluruh), prinsip orientasi pada tujuan, prinsip al-ittisal ( Kontinuitas), prinsip sinkronisasi, prinsip relevansi, prinsip efisiensi, dan prinsip efektifitas. Pada masa kini dan mendatang, kebutuhan akan ilmu tidak dapat diingkari sebagai alat atau senjata untuk menghadapai berbagai tantangan kehidupan. Guru harus senantiasa berusaha menerapkan, dan mengembangkan metode pembelajaran untuk mencapai optimalisasi proses belajar mengajar. Setiap guru Sekolah Islam Terpadu seharusnya selalu menyadari bahwa misi pendidikan islam adalah senantiasa melakukan perubahan, yaitu mengubah kehidupan umat manusia sehingga sejalan dengan tuntutan islam. Guru Sekolah Islam Terpadu sangat yakin bahwa penerapan konsep pembelajaran terpadu adalah solusi untuk menjawab tantangan  di zaman ini. Merealisasikan pembelajaran terpadu perlu persiapan, mulai dari merancang hingga melaporkan hasilnya. Persiapan meliputi bagaimana seorang guru berfikir dan bekerja keras dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Terpadu, mulai dari menentukan indikator spritual, pengetahuan, keterampilan  dan sikap. Selanjutnya di Tela’ah, kegiatan pembelajaran apa yang sesuai, lalu bagaimana siswa mampu mengemukakan ide-ide cemerlangnya (Eksplorasi), siswa mampu merumuskan ide-ide yang diharapkan dalam indikator pengetahuan dan sekaligus mampu mempresentasikannya kepada orang lain, dan yang sangat pentingnya bagaimana siswa mampu mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan dunia dan berguna untuk kehidupan akhiratnya kelak. Guru Sekolah Islam Terpadu sadar bahwa menerapkan konsep pembelajaran terpadu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Proses pembelajaran yang dilakukan butuh pengorbanan baik tenaga, waktu, dan dana yang tidak sedikit. Kegiatan atau media pembelajaran yang dibuat haruslah berorientasi untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, berusaha membuat materi abstrak menjadi konkrit, mengeksplorasi kompetensi siswa, dan pembentukan akhlak yang islami. Bahkan tidak jarang seorang guru Sekolah Islam Terpadu rela melakukan proses pembelajaran yang menuntut perjalanan (fieldtrip) ke daerah yang membutuhkan waktu perjalanan  dan jarak tempuh yang cukup jauh, berupa perkampungan, perkebunan, hutan, dan perkotaan, dengan harapan  proses pembelajaran terpadu bisa diterapkan dengan semaksimal mungkin. Penerapan konsep Sekolah Islam Terpadu juga tidak bisa terlepas dari kegiatan Tarbiyah Islamiyah yang berkesinambungan bagi setiap orang yang terlibat didalamnya, karena setiap guru Sekolah Islam Terpadu adalah da’i, karena Imam Syahid Hasan Al Banna sudah mengingatkan bahwa da’wah kita adalah da’wah dimana pemahaman para da’i yang senantiasa terbingkai oleh kitab Allah SWT, Sunnah Rasulullah saw, dan sejarah generasi muslim terdahulu. Guru Sekolah Islam Terpadu yakin dengan pertolongan Allah SWT, kita diberi kemudahan dalam mendidik generasi Zaman Now sekarang dan di masa depan.

Oleh karena itu penerapan kurikulum pembelajaran terpadu dan berusaha menjadi guru yang inovatif, dapat memberikan solusi dalam mendidik generasi Kids Zaman Now.


CURICULUM VITAE (CV)

Nama  :    Yurneli, S,Si

Tempat, Tanggal Lahir :    Rantau Bais (Riau) 28 Maret 1979

Pekerjaan :    Guru

Bidang Studi :    Biologi

Email:    yurneli79@gmail.com

Nama Sekolah :    SMA IT Al Fityah Pekanbaru

Alamat Sekolah :    JL. Swakarya Ujung Kel. Tuah karya, Kec. Tampan, Pekanbaru, Riau. Kode Pos : 28292

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*