JSIT Jawa Barat Selenggarakan Bimbingan Teknis Lisensi JSIT INDONESIA

BOGOR –  Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia  wilayah Jawa Barat menilai bahwa lisensi JSIT bagi Sekolah Islam Terpadu merupakan  tolok ukur penerapan Standar Mutu Sekolah Islam Terpadu.  Selain menerapkan delapan (8) standar pendidikan Nasional, maka sekolah yang tergabung kedalam JSIT juga harus menerapkan sebelas (11) standar mutu SIT. Ketua JSIT Wilayah Jawa Barat, Aep Syarifuddin, S.Si., MT menyampaikan hal tersebut dihadapan 69 peserta bimbingan teknis dan sosialisasi lisensi SIT se-Jawa Barat yang merupakan representasi dari 41 sekolah anggota JSIT. Sekolah yang tergabung ke dalam JSIT diharapkan bisa memahami urgensi lisensi dan mentargetkan sekolahnya untuk segera dilisensi melalui Badan Lisensi Sekolah Islam Terpadu (BLSIT) wilayah Jawa Barat yang pengurusnya akan dilantik hari ini, pungkas Aep yang merupakan salah satu dosen perguruan tinggi  di Jawa Barat. Pelantikan BLSIT Wilayah Jawa Barat ini dilantik oleh sekretaris jenderal JSIT Indonesia Ustadz Suhartono, M.Pd berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum JSIT Indonesia nomor 15/K BLSIT/JSIT/XI/2018.

Disela-sela kegiatan, ketua panitia Bimtek dan Sosialisasi Lisensi Tuti Turmiati, M.Pd. yang juga merupakan ketua BLSIT Wilayah Jawa Barat menyampaikan kegiatan ini berlangsung pada Selasa sampai Rabu, 6-7 Nopember 2018 yang bertempat di Hotel Bahtera Pelni Cipayung Kabupaten Bogor. Tuti mengatakan, Alhamdulillah kami bersyukur, sasaran peserta dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA yang merupakan perwakilan dari delapan (8) daerah di Jawa Barat bisa mengikuti kegiatan ini. Tujuan kegiatan ini tentu agar sekolah anggota JSIT memahami standar mutu sebagai landasan filosofis dan pengelolaan program, memahami urgensi sekolah mutu, sekolah mampu melaksanakan prinsip efektif dan bermutu, dan tentu pada akhirnya siap melaksanakan lisensi itu sendiri, pungkas Tuti yang merupakan sekretaris Departemen Mutu Wilayah Jawa Barat ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*