Pelajaran Pendidikan Agama Wajib Tetap Ada ( Peran Sekolah Dalam Membangun Manusia Indonesia yang Beriman )

Praktisi Pendidikan Setyono Djuandi Darmono menyarankan Presiden Joko Widodo untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama harus jadi tanggung jawab orang tua serta guru agama masing-masing (bukan guru di sekolah). Pendidikannya cukup diberikan di luar sekolah, misalnya masjid, gereja, pura, vihara, dan lainnya. Menurut Darmono tanpa disadari sekolah sudah menciptakan perpecahan di kalangan siswa. Mestinya, siswa-siswa itu tidak perlu dipisah dan itu bisa dilakukan kalau mapel agama ditiadakan. Sebagai gantinya, pelajaran budi pekerti yang diperkuat. Dengan demikian sikap toleransi siswa lebih menonjol dan rasa kebinekaan makin kuat. Saran yang Selanjutnya …

Di mana letak ‘Keterpaduan’ sekolah Islam Terpadu? Jangan ada dusta di antara kita!

Sekedar renungan orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah Islam Terpadu Anak-anak memang belajar beragam mata pelajaran agama Islam, juga aneka mata pelajaran umum. Tapi saat belajar mata pelajaran umum seperti matematika, ilmu pengetahuan alam dan sosial, tidak ada nuansa spiritual, Allah dilupakan. Allah diingat lagi saat belajar ilmu agama Islam, untuk dilupakan lagi saat anak-anak belajar tentang alam semesta ini. Lalu anak-anak diajak lagi berdzikir saat belajar aqidah, akhlaq dan fiqih. Kemudian anak-anak diarahkan untuk melupakan Allah saat belajar matematika. Saat anak-anak belajar ilmu pengetahuan alam tidak dikaitkan dengan tauhid, Selanjutnya …

Nikmatnya Sop dan Sate Rusa.., Nikmatnya Dakwah

Waktu menunjukkan jam 12.30 Waktu Indonesia bagian Timur. Ya..bedanya 2 jam lebih cepat dari Jakarta atau waktu Indonesia bagian barat. Setelah mengisi parenting bagi 200 orang tua murid di SDIT Insan Cendekia Papua, tibalah waktunya untuk makan siang. Sang driver, Pak Widodo namanya, bertanya, “Pak mau makan ikan bakar atau ikan panggang?” saya jawab ikan bakar saja. Pria yang baru saja menikah ini lalu mengajak saya ke lokasi di depan Mall Borobudur dekat Permukiman Trans Jayapura. Sesampai area parker, lalu saya lihat ada warung kaki lima. Sederhana tempatnya. Namanya Warung Selanjutnya …

Bermula Dari DREAM…Lahirnya SHALAHUDDIN

Siapa tak kenal Aladin Tokoh fiktif yang tak penting Siapa tak kenal Shalahuddin Pembebas Al Quds yang terpenting Pada 9 Oktober 2016, hari terakhir kegiatan di Turki, saya diajak rekan untuk mendengarkan tausiyah syekh. Saya tidak ikut dengan alasan ingin olahraga jogging. Ternyata saya memperoleh informasi bahwa Syekh Murroweh yang mengisi telah memberikan tausiyah tentang perjuangan Sholahuddin membebaskan Al Quds. Begini salah satu tausiyah syekh tersebut: Najmudin Ayub adalah raja Tikrit, sudah lama belum menikah. Adiknya, Assaddudin Sirakuh bertanya kepadanya : Wahai saudaraku apa yang membuatmu belum menikah? Najmudin Ayyub Selanjutnya …

Tidak ada Ayyub, Yang ada Eyup

Saya lanjutkan tentang oleh-oleh dari Turki. Saya berkesempatan ziarah ke Makam Sahabat Nabi bernama Abu Ayub Al Anshori.  Di Turki dikenal dengan nama Eyup. Hidup pada masa Nabi bahkan 4 khalafaurrosyidin. Berada di pihak Ali bin Abi Tholib dalam perseteruan dengan Muawiyah. Siapa dia? Abu Ayyub al-Ansari berasal dari Bani an-Najjar, Ia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah Rasulullah ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Ketika Rasulullah SAW memasuki Madinah, setiap orang berlomba-lomba agar dia berhenti di rumahnya. Namun, Rasulullah Saw. menunjuk ke arah untanya dan berkata, Selanjutnya …