JSIT Jawa Timur Kirim Ekspedisi Bantuan Kemanusiaan Tahap I Untuk Pacitan

Pacitan….
P…Pesona alam nan exsotic ciptaan sang pencipta yang maha indah
A…Anugrah Allah yang penuh berkah…
C…Cuilan surga turun membawa rahmah..
I…Illahi menguji iman penghuni bumi
T…Tragedi alam menyapa anak anak negeri.
A…Allah hendak melihat siapa yang paling bertakwa.
N…Nantikan siapa calon penghuni surga.

Sekilas ekpresi tim expedisi peduli kemanusiaan JSIT  Jawa Timur ketika pertama kali memasuki negeri seribu bukit “Pacitan Kota Kelahiran SBY” kami di sambut dengan tagline nya. PACITAN, Kota di ujung selatan Propinsi Jawa Timur ini sedang mengalami tragedi bencana terbesar sepanjang sejarah Pacitan.

Di sepanjang perjalanan yang berliku, tak terbayang berapa korban yang melayang, betapa tidak, banyak sekali titik titik longsor, bukit, tanah, rumah, aliran sungai melebar mendekati pemukiman penduduk. Terbayang betapa besar air bah bandang turun dari bukit menyapa warga dan meluluhlantakan bangunan yang dilewatinya sehingga memakan korban 25 nyawa melayang,  ratusan rumah hilang tergerus, ratusan kambing dan sapi lenyap tanpa senyap terbawa ganasnya muntahan bumi. Negeri ini dua hari pasca-bencana bagaikan kota mati. Lumpuh, tak berdaya, terisolir dari Provinsinya. Tak terkecuali SDIT Arrahmah Pacitan, sekolah dengan jumlah 500 siswa lebih ini, bagaikan kapal mengapung, menghanyutkan semua benda benda yang ada di dalamnya: bangku, kursi, rapor siswa, buku dan lain lain.

Pembina Yayasan SDIT Arrahman mengatakan “Pacitan sedang mendapatkan bongkahan emas”. Ungkapan yang penuh tawadhu wujud rasa syukur dan sabar. Teringat hadist Rasulullah Saw,  “Sungguh indah kepribadian muslim jika mendapatkan musibah ia bersabar maka itu kebaikan baginya, dan jika mendapatkan kenikmatan ia bersyukur maka itu juga kebaikan baginya”.

Pembina Yayasan SDIT Arrahmah juga mengatakan bencana seperti ini terakhir terjadi tahun 1965 dan baru tahun 2017 ini terjadi dengan dampak yang lebih besar dan korban nyawa lebih banyak. Tragedi alam ini terjadi lagi setelah 52 tahun berlalu. Apa yang terjadi selama waktu tersebut? Ada apa dengan Pacitan? Warganya perlu bertafakur ini ujian atau azabNya. Dan sebaik-baik tafakur adalah segera kembali kepadaNya. Agar Allah selalu menjaganya.

Peringatan alam telah menampakkan kuasanya. Tiga hari sebelum bencana hujan deras berturut turut menyelimuti negeri kecil ini, menurut warga sekitar detik sebelum bencana ada” jeritan keras” di atas bukit tanda alam lagi menampakkan wajahnya. Sekedar perlu di ketahui ada tradisi di Pacitan selama 2 tahun terakhir dibudayakan, yang sepanjang sejarah pacitan belum pernah ada yaitu tradisi “larung” dan sepanjang pantai terdapat tempat-tempat “penginapan”. Wallahu a’alam, apakah ini peringatan atau ujiannya.

Terlepas dari itu semua, terdorong semangat ukhuwah,  JSIT Jawa Timur menggalang aksi kemanusiaan bencana Pacitan. Alhamdulillah tahap 1 telah tersalurkan dengan total Rp 60.000.000,- berupa dana dan barang kebutuhan pendidikan prioritas khusus siswa, guru dan warga sekitar SDIT Arrahmah. Tahap 2 akan di salurkan awal Januari berupa bantuan pendidikan dan terapi hilling. InsyaAllah.

Demikian reportase kami. Penggalangan Dana Kemanusiaan JSIT Jawa Timur akan terus digaungkan. Memanggil siapa-siapa yang peduli untuk negeri yang kita cintai.

Siswandi,S.Pd
Sekretaris JSIT JAwa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*