INI INDONESIA GAES

SDIT NURUL FIKRI, usianya baru 3 tahun saja, sebelumnya ada TKIT yang berdiri di bawah yayasan yang sama, dan tahun ini bertambah layanan MAIT berbasis boarding. Sekolah ini sangat muda, namun animo dan kepercayaan masyarakat padanya, sungguh luar biasa.

Dua hari saya berada di tengah tengah mereka, belajar dan berlatih bersama guru-guru muda, dedikatif dan merdeka.

Sangat banyak makna dan pelajaran berharga yang pasti sayang dilewatkan begitu saja. Keistimewaan itu mendorong saya berbagi kisah tentang semangat mereka dalam berkontribusi terhadap pendidikan anak bangsa.

Tiga point saja yang ingin saya ceritakan, meski masih banyak hikmah hikmah lain yang membuat saya tak henti bedecak kagum.

1. Ternyata puncak gagasan NURUL FIKRI Banjar Baru Kalimantan Selatan ini berasal dari seorang lelaki biasa yang kini sudah sepuh, jalannya tak lagi kukuh, pijakannya juga sudah tak begitu teguh. Beliau seorang kakek tua bersemangat muda usia jelang 70, namun cinta dan semangatnya untuk pendidikan anak Indonesia tak membuatnya diam begitu saja. Dari tangannya lahir Sekolah Islam Terpadu Nurul Fikri yang kini sudah berkembang lebih dari 9 sekolah.

Sekolahnya dedikasikan untuk kawasan kawasan Indonesia berbasis sosial tengah dan bawah yang sepadan dengan daerah transmigran. Beliau hadirkan kebaikan menopang mimpi anak anak yang tidak mampu ke sekolah elit dan mahal, yang haus akan pendidikan berkualitas namun terjangkau. Bersama itulah hadir Nurul Fikri dari tangan dan kaki senja kakek penuh semangat ini.

2. Surprise saya tak henti hinggan disitu, banyak hal mengagumkan yang ditauladankan lelaki sederhana ini. Beberapa sekolah Islam Terpadu yang beliau “menej” dengan kesungguhan dan totalitas, ternyata dimonitor dari ujung kota kecil di Jawa Timur bernama Trenggalek, konon kota ini adalah kota yang tidak terdetek google dan jauh dari “peradaban maju”. Kota yang seringkali menjadi desa terakhir penerima “kabar baik”, dimana tidak semua transportasi umum bersedia mengantar kita karena letaknya yang ujung ketemu ujung, namun kemajuan pendidikan anak-anak biasa menjadi luar biasa justru digagas dari desa kecil itu. Dari Trenggalek untuk Indonesia. Kini kakek tua itu punya cita cita, 1000 Nurul Fikri untuk anak negri.

Wawwwnya lagi, kini sang kakek sedang menggagas Sekolah Islam Terpadu di Bali dan NTT, berbaur dalam keberagaman dan kekayaan Indonesia Timur yang menjanjikan harmoni bagi anak negri. Semoga kakek dimampukan Allah mewujudkan mimpi anak negri.

Dear millenials…Mari belajar di kakek hebat ini.

 

3. Terakhir, ini yang paling Indonesia, paling kental bhinnekanya, dan sangat memukau buat saya. Saya semakin yakin Indonesia itu sangat kaya dalam segala keragamannya.

“Saudara kami yang non muslim membantu kami dengan tanah yang luasnya bisa untuk mendirikan gedung megah tingkat 4 dan mampu menampung sekitar 500-an siswa” Cerita kakek mengabarkan kebaikan ini untuk kami.

“Tak henti hingga disitu, saudara non muslim kami juga ikut membantu dalam pembangunan Sekolah Islam Terpadu dengan jumlah dana yang menurut kami sangat fantastis, hingga kini, di tanah itulah kami melangsungkan pendidikan anak-anak dengan semboyan “TNT : Terbatas Namun Teratas”.

Menggema semangat kebersamaan yang menyala.

“Saudara kami yang lain agama juga membantu pengembangan sekolah kami, setelah beliau melihat kesungguhan kami mengelola sekolah ini, anak anak yang belajar terus bertambah dan semakin pintar. Saat kami kehabisan ruang kelas karena siswa yang membludak, beliau meminjamkan lahannya untuk kami gunakan menjadi ruang belajar”

Saya semakin tarik nafas panjang mendengar cerita harmoni ini.
Seperti apa kebaikan yang dipertontonkan orang orang di Nurul Fikri ini hingga mampu harmoni dalam perbedaan. Saya juga jadi berpikir, betapa mulianya saudara saudara yang berbeda keyakinan, hingga mampu mengajarkan pengamalan kebinekaan yang sangat kaya dan berisi. Berharap bertemu mereka suatu saat nanti, menyerap keikhlasan mereka dalam berNKRI.

🍄🍄🍂
Over all…itulah Indonesia ku Gaes, Indonesia mu, Indonesia kita, sangat kuat kesatuannya.

Lalu Yulhaidir (Psikolog Anak dan Keluarga)
Pengurus Pusat JSIT Indonesia

2 thoughts on “INI INDONESIA GAES”

  1. Subhanallah….semoga Nurul Fikri tetap survive hingga terwujud 1000 Nurul Fikri untuk anak negeri baik dalam maupun luar negeri. Semoga perjuangan kakek yg super Hero ini dibalas dg surga Allah yg abadi. Smg anak2 didiknya mampu melanjutkan estafet perjuangan dakwahnya sampai akhir dunia ini. Amin ya Allah. Laa haulawalaa quwataa illaabillaahil ‘aliyul ‘ adziim…. Allahuakbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*