MEMBUMIKAN KONSEP JSIT DI INDONESIA

Bismillahirohmanirrohim Sejarah Kelima sekolah yang menjadi cikal bakal model penyelengaraan SIT itu, yakni SDIT Nurul Fikri Depok, SDIT Al Hikmah Jakarta Selatan, SDIT Iqro Bekasi, SDIT Ummul Quro Bogor, dan SDIT Al Khayrot Jakarta Timur. Sejak saat itu, SIT terus bermunculan dan  berkembang pesat. JSIT Indonesia yang berdiri pada 31 Juli 2003 di nahkodai Dr Fahmy Alaydroes, yang juga ketua yayasan pendidikan Nurul Fikri. Kini, JSIT memasuki usia hampir dua dekade. Banyak pemberdayaan yang dilakukan terhadap sekolah Islam yang berafiliasi dalam jaringannya. JSIT mengajarkan peserta didik untuk mencintai bangsa dan tanah air Selanjutnya …

Membangunkan Karakter Mulia Ananda melalui Belajar Dari Rumah (BDR)

Selalu ada hikmah di setiap musibah. Bersama kesulitan ada kemudahan (QS.94:5), ayat ini perlu kita renungkan berulang untuk menyemangati diri dalam berbagai kondisi, khususnya situasi tak menentu pada masa pandemi ini. Selain itu, membuat kita berusaha mencari hal positif di antara duka. Memunculkan banyak hal positif dan senantiasa berprasangaka baik kepada_Nya akan menjaga kesehatan mental kita dan imunitas tubuh kita, selain meningkatkan iman dan taqwa, tentunya.   Satu hal yang bisa kita manfaatkan dalam situasi pandemi ini, di mana anak-anak masih belajar dari rumah adalah peluang yang Alloh SWT berikan Selanjutnya …

NEW NORMAL, Ancaman Baru Peradaban.

Ancaman covid 19 begitu seram. Potensi penyebarannya sangat cepat dan luas. Sehingga efek psikogis yang ditimbulkan begitu dahsyat ; Kepanikan masal , trauma karantina hingga kematian dan pemakaman tanpa kunjungan. Memperparah keadaan hingga menjadikan masyarakat hampir-hampir ‘Paranoid’. Masyarakat hampir kehilangan nalar. Begitu mudah percaya dengan apa saja yang berbau corona. Baik yang menyenangkan maupun menyeramkan. Kepanikan dan trauma memang selalu berpotensi melemahkan logika. Dan tanpa logika orang bisa melakukan apa saja dan bisa menerima apa saja. Tanpa mencermati, tanpa mewaspadai. Termasuk yang sekarang sedang dan terus didengungkan, New Normal. Sekilas Selanjutnya …

Cara Agar Ramadhan Bersama Keluarga Tetap Bermakna di Tengah Pandemi Corona

Alhamdulillah bulan Ramadhan insya Allah segera datang dengan segala keindahan dan keagungannya. Ayah Bunda, sudah siapkah kita untuk menyambutnya ? Mungkin di bulan Ramadhan sebelumnya, kita banyak memiliki berbagai agenda di luar rumah mulai dari buka puasa bersama, tarawih di masjid atau mushola serta agenda khas Ramadhan lainnya. Di masa pandemi wabah seperti ini, kendati banyak hal yang harus dibatasi, jangan sampai ramadhan kita kehilangan makna. Apalagi bagi ananda, mereka harus tetap mendapatkan kebahagiaan dan kegembiraan dalam melaksanakan semua ibadah di bulan Ramadhan. Berikut ada beberapa cara untuk menjadikan Ramadhan Selanjutnya …

Mengharamkan Ilmu

Dunia guru adalah dunia yang sangat luas. Membicarakan dunia ini seolah kita sedang menyelami samudera maha luas yang tidak habis bahan cerita. Selalu ada bahasan menarik di dalamnya. Tema pendidikan rasanya tidak akan habis meski ribuan lembar digoreskan. Dan guru adalah ujung tombak dari semua ini. Saya rasa kualitas guru memang harus ditingkatkan. Terus belajar. Tidak berhenti menuntut ilmu. Guru yang mendek keilmuannya sama saja mengharamkan ilmu baru untuk anak didik. Ya, mengharamkan ilmu baru. Bagaimana tidak, kalau tidak belajar lagi berarti tidak ada ilmu masuk. Kalau tidak ada ilmu Selanjutnya …

Corona dan Peran Masyarakat Pendidikan

Sebagai lokasi kerumunan massa yang paling intensif, pemerintah daerah menjadikan penutupan sekolah sebagai langkah pertama dalam pencegahan dan penanganan wabah corona virus desease 2019 (Covid-19). Penutupan yang di lanjutkan dengan sosialisasi program pembelajaran jarak jauh sontak memberikan kekisruhan tersendiri di kalangan praktisi pendidikan dan orang tua. Karena sejatinya, pembelajaran jarak jauh menuntut peran lebih besar bagi orang tua dalam pendampingan belajar putra putri mereka. Tidak sedikit orang tua yang menyalahartikan bahwa pembelajaran jarak jauh tidak ada bedanya dengan liburan biasa, sehingga masih banyak orang tua yang mengajak liburan dan membiarkan Selanjutnya …

DARURAT COVID 19, Momentum membangun Sinergy Tri Pilar Pendidikan

Situasi krisis akibat serangan Virus Covid 9, betul2 menjadi cobaan masyarakat dunia.tidak terkecuali masyarakat pendidikan ..khususnya keluarga besar jsit indonesia. Melalui Covid 19, SIT diuji.. Seberapa besar semangat, kebersamaan dan rasionalitas semua pihak ; yayasan,guru, orang tua dan masyarakat dalam menjalankan amanah Alloh SWT. Amanah fardhian untuk mendidik anak dan amanah da’wah untuk mendisik umat. Dalam konteks inilah..SIT wajib membangun dan memperkuat sinergy dengan orang tua dan masyarakat..bahu membahu ..bersama melawan Covid 19. SIT musti menyadarkan Orang tua siswa dan Masyarakat bahwa Covid adalah musuh bersama. Virusnya mengancam kesehatan dan Selanjutnya …

Tujuh Cara Mengatasi Kecemasan Berlebih tentang Covid-19

Sudah beberapa hari belakangan ini saya membuka layanan konseling psikososial terkait penyebaran Covid-19. Selama ikut sesi konseling ini, saya menemukan pola bahwa banyak yang memiliki masalah sama, yakni kecemasan berlebih. Sebenarnya, cemas yang dialami sangat manusiawi karena memang di awal terjadi pendemi ini, kita belum banyak tahu tentang apa dan bagaimana si Covid 19 ini beraksi. Tapi kalau dibiarkan, kecemasan yang terjadi akan sangat mengganggu bahkan bisa menurunkan imunitas tubuh loh. Sepanjang pengalaman saya bergelut dengan dunia psikososial, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kecemasan ini: 1. Selanjutnya …

Terpadu, Ilman wa Ruuhan

Alhamdulillah, washolatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Pada dasarnya tak ada metode yang lebih baik. Kita belajar dari metode Al Qoidah Al Baghdadi yah yang mendunia, kita juga nerasakan. Sederhana tapi banyak menghasilkan orang yang interaksi dengan Al Qur’an. Tak dikenal siapa pembuatnya, tak pernah terdengar ribut dengan metode ini, baik metode atau pelatihannya. Intinya ada pada istimroriyah dalam interaksi dengan Al Qur’an. Yang kita inginkan bukan kita dikenal saat tampil melatih, bukan sebagai pakar metode, akan tapi pakar Ruhul Qur’an, bukan buruh atau pekerja Qur’an, tetapi khodimul Qur’an, pelayan Al Qur’an. Selanjutnya …

Manajemen Komplain Sekolah

Suatu hari saat menjemput anak di sebuah sekolah taman kanak-kanak. Saat itu saya mendapati anak saya dengan wajah ada perban di keningnya. Tepatnya di kening sebelah kiri. Di perban itu ada warna kuning kemerahan sepertinya warna obat antiseptik. Dari jarak sepuluh meter terlihat jelas perban itu. Sebagai orang tua, saya tentu sangat khawatir. Kekhawatiran orang tua sebagai tanda sayang. Apalagi saat itu anak masih kecil, lagi sayang-sayangnya. Saya tidak mau gegabah. Khawatir dan marah memang ada. Namun saya tahan. Saya harus tahu duduk perkaranya sebelum beraksi. Dalam hal ini saya teringat dengan Selanjutnya …