Blue Arrow Strategy : SIBUK

Jika anda punya kenalan profesional atau aktifis sosial yang sangat sibuk; Jabatannya se abrek. Jadwal rapatnya puadat. Treknya zig zag, lintas kota bahkan negara. Makan pagi di Jakarta, siang di Surabaya, malam di Malaysia, paginya sudah di Jeddah, lusa di Amerika. Dua hari kemudian sudah rapat di Jogja, Coba tanya : bisa kita ketemu? Pertama, dia pasti akan balik tanya : “untuk apa ya” atau agendanya?” lalu jika dirasa agendanya penting segera dia buka HP lihat agenda dan bertanya lagi: kapan ? bagaiaman kalau Kamis 26 Desember, jam 13.30.insyaa Alloh Selanjutnya …

Membibit Harapan dalam relung Jiwa Pemuda

Pemuda, untaian huruf yang terangkai menjadi kata menghasilkan beraneka ragam penafsiran. Dalam mindset rata-rata masyarakat, kata pemuda menggambarkan sosok energik, pembawa perubahan, kuat, pantang menyerah, berotot baja, berkemauan keras, dan aneka tafsiran lainnya. Sesuai hukum alam, masyarakat sepakat bahwa pemuda/ generasi muda adalah penerus perjuangan para generasi tua yang akan menggantikan peran dan kedudukan mereka ketika tiba masanya nanti. Saat itulah akan berlaku istilah “yang muda yang berkarya”. Ya, pasti ada masanya untuk para tetua kita pensiun, melepaskan segala jabatan dan tanda kehormatan mereka, serta turun dari kursi pemerintahan. Tetapi Selanjutnya …

Are You Ready Teacher !

Seuntai rasa dari Training Guru Inspiratif JSIT NTB Alimin Samawa “Kerja enak itu adalah hoby yang dibayar” Demikian ungkapan almarhum Bob Sadino. Sangat benar adanya dan selaras dengan pengalaman yang telah dilewati. Namun apakah hanya karena dibayar saja seseorang mau bekerja? Berbagai motivasi muncul dalam benak seluruh peserta training ketika ditanya oleh trainer Trusco Jakarta tentang “Apa motivasi anda bekerja?”. Mencengangkan diksi yang sama muncul dalam diri peserta adalah mereka bekerja dalam rangka Ibadah. Sungguh mulia. Apud -demikian beliau biasa dipanggil- Trainer yang memberikan Training menjadi Guru Inspiratif kepada tak Selanjutnya …

Ust Zahri : Bekerja Yang Terbaik itu Melayani dan Memberi

Sambutan Ketum JSIT Indonesia dalam Rakornas JSIT Indonesia Selamat datang di Rakornas JSIT 2019 dan terima kasih atas kehadirannya, ketua dewan pembina, pengurus wilayah, pengurus pusat, dan panitia semuanya. Tema rakornas kita sengaja dipilih di tengah malam yakni Optimalisasi kinerja dan semangat berkarya dalam membangun bangsa. Ada 3 kata penting. Optimalisasi kinerja. Kinerja terbaik adalah melayani dan memberi. Pengurus pusat melakukan kinerja terbaik dalam melayani dan memberi JSIT wilayah yang SDM-nya banyak, uangnya banyak, pengurusnya banyak harus memberi ke JSIT wilayah lainnya. Terima kasih pada JSIT Jatim yang sudah memberikan Selanjutnya …

Rakornas JSIT 2019 : KINERJA KARYA BANGSA, VISI – MISI SIT

Visi Misi Sekolah Islam Terpadu, walau ditulis dalam berbagai redaksi yang berbeda, inti sarinya sama. Visi : ‘Menjadi Penentu Arah Peradaban’. Misi : ‘Mengambil Peran Masa Depan Umat’. Visi-Misi demikian sangat dahsyat. Spirit perubahannya luar biasa. Terutama bagi Penyelenggara (Pengurus Yayasan) dan pelaksana ( guru dan karyawan) nya. Bayangkan… ‘Penentu Arah Peradaban’. Visi ini bak kotak pandora perubahan. Begitu dibuka terpancar mimpi, potensi dan relasi yang terus berkembang bercabang – cabang membentuk konfigurasi perubahan dahsyat dengan SIT sebagai pusat. Sementara ‘Misi Mengambil Peran Masa Depan Umat’ laksana generator, yang terus Selanjutnya …

Rakornas JSIT 2019 : KINERJA KARYA BANGSA, INVASI GANDUM.

Gandum dalam perspektif peradaban sangat fenomenal. Bayangkan tidak tumbuh di Indonesia tapi mayoritas penduduk Indonesia hampir tidak bisa lepas dari gandum. Dalam berbagai variasi olahan setiap hari gandum dikonsumsi. Pertanyaannya; bagaimana bisa lidah mayoritas orang Indonesia berselera gandum ? Mungkin karena cita rasa gandum mirip dengan tepung beras, sinkong dsb yang asli Indonesia. Jadi alamiah saja. Kebetulan saja cocok dengan lidah indonesia. Sepintas spekulasi ini masuk akal. Tapi jika kita renungkan lebih dalam, kita akan sampai pada dugaan fenomena gandum bukan sekedar Cita Rasa, tapi invasi budaya tanpa perlawanan yang Selanjutnya …

Menuju Rakornas JSIT 2019 : Law of Attraction (LOA)

Katanya ini menjelaskan tentang “hukum tarik menarik”. Penjelasan lebih lanjut, tergantung dari sudut mana kita memandang. Yang sering ditemui, hukum ini digunakan untuk membangun kesuksesan, membangun motivasi. Sehingga terjemahan lebih lanjutnya menjadi, “apa yang kita tarik dalam diri kita, maka itulah yang akan terjadi pada diri kita” ”apa yang kita tarik dalam diri kita” Ini adalah dalam ranah kognitif, ini bicara tentang apa yang selalau kita pikirkan, apa yang selalu kita mimpikan, apa yang selalu kita bicarakan, apa yang menjadi fokus kita dalam keseharian kita. Jika fokus kita pada uang, Selanjutnya …

MENYATUKAN LANGKAH JUANG

1 Desember 2019 jam 16.20 speaker bandara Juanda berbunyi. Tidak begitu jelas, tidak seperti panggilan sebelumnya yang bening dan jelas. Karena sebelumnya saya lihat di monitor keberangkatan Wings IW 1816 jurusan Jogja Recshedule pk 16.35, panggilan samar samar itu saya abaikan. pikir saya 15 menit terlalu sayang untuk tidak digunakan bermujamalah dengan temen – temen dari Jakarta, para pengukir peradaban, pemegang kendali organisasi besar JSIT Indonesia. Bagi orang daerah seperti saya, bisa bersama orang hebat seperti mereka bukan saja kehormatan, tapi kesempatan emas untuk menimba ilmu, pengalaman dan memompa semangat Selanjutnya …

Menuju Rakornas JSIT 2019 : JSIT Merupakan Organisasi Pembelajar

Dalam lingkungan yang begitu turbulen, penerapan pembelajaran dalam organisasi merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing organisasi. Peningkatan kapasitas yang dihasilkan dari penerapan Organisasi Pembelajar tidak hanya memperbaiki produk dan meningkatkan keuntungan, melainkan juga meningkatkan kemampuan organisasi untuk mengambil manfaat dari perubahan lingkungan yang begitu cepat. Dan JSIT merupakan organisasi pembelajar! Globalisasi merupakan faktor penyebab yang sangat dominan dalam membuat organisasi harus terus meningkatkan daya saing secara cepat dan tepat lewat transfer teknologi maupun transfer keahlian. Oleh karena itu, organisasi harus mampu menggali dan menghadapi desakan perubahan. Kalau Selanjutnya …

Menuju Rakornas JSIT : “Electric Boogaloo”

Spirit remaja sejak era 80-an sampai sekarang tergambar dalam tarian Electric Boogaloo, dimana seolah olah ada aliran listrik yang mengaliri tubuh-tubuh mereka dan menjalar dari satu tubuh ke tubuh yang lain. Aliran ini pada akhirnya memiliki gelombang frekuensi yang sama dan membentuk sebuah harmoni gerak yang luwes dan prigel, seperti sekelompok lebah yang beterbangan menjalankan ritual menghasilkan madu. Energi positif harus terus dialirkan pada sirkulasi peredaran “darah muda” organisasi bernama JSIT. Energi ini menular dari dan diantara sesama aktivis. Aliran ini membutuhkan katalisator yang dapat memperkuat aksi dan reaksi, bukan Selanjutnya …