Jatinangor, Sumedang - Pasca terpilihnya kepengurusan periode 2017-2021, Untuk mengokohkan soliditas organisasi, JSIT Wilayah Jawa Barat menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (MUKERWIL) yang berlangsung pada tanggal 20 Januari 2018 yang bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan MUKERWIL ini dihadiri oleh pengurus wilayah sebanyak 48 pengurus dan 54 pengurus daerah dari 27 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat.
Ketua JSIT Wilayah Jawa Barat, Aep Syarifuddin, S.Si, MT menyampaikan dalam sambutannya bahwa event ini merupakan penegasan kelembagaan JSIT Jawa Barat akan istiqomah berdakwah di dunia pendidikan.
“Hal ini dimulai dengan mengokohkan Soliditas organisasi. Oleh karenanya tema MUKERWIL kita diawal tahun 2018 ini adalah Mengokohkan Soliditas Menuju Kinerja Yang berkualitas,” Ujar Aep yang merupakan pengurus Yayasan Abdul Halim Majalengka ini.
Target dari pada MUKERWIL 2018 ini adalah mendorong peningkatan prestasi-prestasi Sekolah Islam Terpadu di Jawa Barat agar bisa tampil dan menggaungkan Jawa Barat di tingkat Nasional maupun Internasional. Target lainnya adalah meningkatkan guru-guru SIT Jawa Barat yang berjumlah 3.805 orang, serta mengokohkan soliditas sekolah-sekolah yang tergabung kedalam JSIT yang jumlahnya 347 sekolah dari mulai jenjang TK sampai SMA.
Agenda pada MUKERWIL ini yaitu : Arahan Ketua JSIT Wilayah Ust Aep Syarifuddin, S.Si., MT dan dilanjutkan dengan sosialisasi AD/ART JSIT, sosialisasi 24 Arah Kebijakan JSIT Pusat, paparan Program Kerja setiap Bidang yang terdiiri dari Bidang Penjaminan Mutu, Bidang Pramuka SIT, Bidang Bina Pribadi Islami, Bidang Dana Usaha, Bidang Humas dan Kemitraan, BIdang Pembinaan Siswa, Bidang Kelembagaan, dan Bidang Sosial Kemanusiaan dan diakhiri dengan pleno program kerja JSIT Wilayah Jawa Barat.
Menurut Aep, JSIT Jawa Barat juga akan menyelenggarakan program nasional, yaitu Kemah Nasional (KEMNAS) Pramuka SIT sebagai amanah dari JSIT Pusat. Aep juga menjelaskan bahwa MUKERWIL ini merupakan momentum untuk berdakwah di dunia pendidikan.
“Mukerwil ini adalah momentum untuk kita berdakwah di dunia pendidikan dalam rangka mencetak generasi yang berkarakter sesuai dengan amanah dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu membangun pendidikan karakter melalui keteladanan guru. Dan Insya Allah kita JSIT siap mempelopori keteladanan tersebut,” jelas Aep.
Aep juga berharap JSIT Jawa Barat dengan kepengurusan baru periode 2018-2021 ini dapat mewujudkan organisasi sebagai pusat penggerak dan pemberdaya SIT yang efektif dan bermutu, mampu memberikan kontribusi positif tehadap pembangunan pendidikan yang berkarakter dengan kekhasannya, mengoptimalkan fungsi dan manfaat sumber daya sekolah dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan, serta memastikan seluruh proses pembelajaran dan tercapainya prestasi siswa dan karakter siswa dengan berlandaskan nilai nilai keislaman.